Mengapa Kentang G0 Harus Disortasi dan Di-grading Setelah Panen?
Lembang – Panen bukanlah akhir dari proses produksi benih kentang. Setelah kentang G0 varietas Granola L dipanen, masih terdapat tahapan penting yang harus dilakukan, yaitu sortasi dan grading. Kedua tahapan tersebut merupakan bagian dari pengendalian mutu benih untuk memastikan hanya umbi yang memenuhi standar kualitas yang dilanjutkan ke tahap penyimpanan maupun perbanyakan berikutnya.
Pada 3 Agustus 2026, BRMP Sayuran melaksanakan panen kentang G0 varietas Granola L di Rumah Kasa. Umbi hasil panen kemudian disortasi untuk memisahkan umbi yang sehat dari umbi yang terserang penyakit, mengalami kerusakan, atau memiliki cacat fisik. Proses ini bertujuan agar hanya umbi dengan kualitas terbaik yang dipertahankan sebagai calon benih kelas dasar (G0).
Tahap berikutnya adalah grading, yaitu pengelompokan umbi berdasarkan ukuran sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 20 Tahun 2014 tentang Produksi, Sertifikasi, dan Peredaran Benih Kentang. Umbi dikelompokkan ke dalam kelas ukuran besar, medium, dan kecil. Pengelompokan ini bertujuan memperoleh keseragaman pertumbuhan tanaman di lapangan, memudahkan pengelolaan benih, serta membantu menentukan kebutuhan benih sesuai ukuran umbi yang akan digunakan.
Sortasi dan grading merupakan bagian dari pengendalian mutu dalam sistem produksi benih kentang. Dengan menerapkan kedua tahapan tersebut, k kualitas benih dapat dipertahankan sehingga benih yang dihasilkan sehat, seragam, memenuhi standar mutu, dan siap digunakan pada tahapan produksi benih berikutnya.
BRMP Sayuran terus berupaya menghasilkan benih kentang berkualitas sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap penyediaan benih unggul bagi petani dan pengembangan budidaya kentang di Indonesia.